Berita Utama
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rumah AI - Masa Depan, Dunia
![]() |
| Photo Taken: Susi Ambar Rukmi |
Bersumber Dari Dana Militer
AI ( Artificial Intelligence )/Kecerdasan Buatan diciptakan.
Saat perusahaan swasta menolak karena AI dianggap terlalu halusinatif.
Pemerintah US / militer (DARPA) dan US Air Force, membiayai Konferensi di kampus Dartmouth, 1956.
Mereka butuh mesin yang bisa menterjemahkan bahasa Rusia, mengatur rudal, dan strategi perang dingin.
Setelah melalui proses uji lab AI di MIT, Stanford, Carnegie Mellon ( ARPA / NSF ).
![]() |
| Foto John McCarthy di depan Komputer PDP-1 milik negara. |
AI sempat mengalami mati suri (AI Winter) di tahun 1970-1980 an, setelah menemui jalan buntu, akibat tidak mampu mengatasi kenyataan dunia yang rumit.
Tahun 1997 - Saat Internet baru dimulai
AI kembali digunakan. Namun masih sebatas Narrow AI / AI lemah. Belum bisa berfikir secara umum seperti saat ini ( permainan catur antara Deep Blue vs Garry Kasparov 1997).
Begitu AI dapat digunakan untuk industri, sejumlah Perusahaan Besar seperti IBM, mulai membiayai Deep Blue ( setelah mengalahkan Kasparov 1997) sejumlah miliaran dolar hanya untuk branding.
Di susul Perusahaan Jepang (Proyek Fifth Generation) yang menggelontorkan sebanyak $400 juta, pada tahun 80an untuk proyek pembuatan komputer AI.
Setelah itu Korporat US:DEC, Xerox, Boeing ( menggunakan AI untuk diagnosa mesin dan keuangan ).
Saat itu AI juga digunakan sebagai sistem pakar di rumah sakit dan pabrik, pengenal tulisan tangan di kantor pos US, dan sistem auto-pilot pesawat.
Tahun 2012 - sekarang
AI sepenuhnya di pegang oleh 3 jalur pemodal:
Big Tech, Venture Capital (VC), dan setiap negara di dunia termasuk Indonesia sebagai pusat AI dunia, tahun 2014.
AI terus menelan biaya fantastis yang dalam satu kali training ChatGPT / Gemini / Llama menghabiskan $100 juta hanya untuk listrik dan GPU.
Rantai Hidup AI
AI bukan makhluk di awan. Melainkan mesin industri raksasa yang sangat fisik — butuh tanah, air, listrik, dan tambang.
Sama halnya dengan pabrik yang tak pernah tidur.
Dan AI tidak diproduksi di satu pabrik.
Rantai pasoknya keliling dunia:
Berikut Skema produksinya
Cara baca:
1. Desain di USA — otak AI digambar Nvidia/Google.
2. Cetak di Taiwan dan Korea — TSMC dan Samsung yang bisa membuat chip 3 nanometer tersebut.
3. Rakit di China dan Mexico — menjadi server kulkas raksasa.
4. Tinggal di Data Center — Pendinginan butuh listrik dan air yang sangat tinggi, menjadikan Virginia sebagai pusatnya. Indonesia baru di Batam/Cikarang, Prov. Indonesia.
5. Dipakai di sini — di HP kita
Jadi saat kita chat Meta AI
Sinyalnya muter dulu ke setengah dunia.
Peluang Energi AI - Dunia
1. Air
Satu kampus AI butuh pendinginan setara 100.000 rumah tangga, dan tahun lalu estimasi air bersih yang menguap untuk menyalakan AI setara penggunaan untuk 1,2 juta orang.
Untuk pendingin server yang sangat panas dan akan meleleh jika didinginkan.
Melalui cooling tower, 1,2 juta orang bahkan kehilangan air bersih yang menguap begitu saja.
Karena yang dibutuhkan AI hanya listrik dan air sebagai rumahnya (data center), bukan personal AI - nya.
2. Listrik
Saat Dunia berebut megawatt - Indonesia pegang kartu as-nya.
Menurut data IEA:
Pada tahun 2025- seluruh data center di dunia menggunakan 485 TWh, dengan 155 TWh digunakan untuk AI saja.
Tahun 2030, diproyeksi naik ke 945 TWh dengan 465 TWh khusus AI - naik 3x lipat dalam 5 tahun sebanyak 917de79f.
Jika dilihat dari sisi penggunaan PLTU batu bara, bukan hanya tagihan listrik yang melonjak naik tetapi air bersih juga turut terganggu, sekaligus penyumbang polusi paling besar.
Polusi Air Laut
Air limbah mesin generator PLTU batu bara akan dibuang ke laut, sehingga merusak ekosistem laut ( ikan dan terumbu karang ).
Polusi udara
Karbon CO2 dari cerobong asap PLTU batu bara, menjadi sumber penyebab krisis udara bersih, dan memicu pemanasan global.
Aturan main dunia, PLTU Batubara :
1. PBB / COP (Berlaku untuk 200 negara termasuk Indonesia)
COP26 Glasgow 2021:
1. Negara maju wajib phase-out PLTU batubara tahun 2030-an.
2. Negara berkembang wajib phase-out tahun 2040-an.
3. Stop investasi PLTU batubara baru, di dalam dan luar negeri.
COP28 Dubai 2023 (yang paling baru), disepakati hampir 200 negara:
1. Transition away from fossil fuels - beralih dari batubara, minyak, gas, dan ini pertama kalinya kata "bahan bakar fosil" masuk teks resmi PBB.
2. Phase-down unabated coal: Kurangi PLTU batubara yang tanpa penangkap karbon (CCS).
Jika menggunakan CCS masih diperbolehkan lebih lama.
3. Target 2030: kapasitas energi terbarukan 3x lipat, efisiensi energi 2x 1e32 lipat.
Catatan:
Masih "beralih" bukan "dihentikan total", sehingga masih memiliki celah besar. Sekjen PBB sendiri mengatakan, hal ini belum cukup untuk tahan suhu di 1,5°C.
2. Aturan Negara Kaya G7 (US, UK, Jepang, Jerman, dll)
April 2024 di Turin, G7 sepakat:
1. Tutup semua PLTU batubara "unabated" paling lambat paruh pertama 2030-an, target 2035.
2. Artinya: Jika PLTU-nya bisa menangkap 90% CO2-nya, hanya diperbolehkan berjalan sampai tahun 2039. Jika tidak, harus ditutup tahun 2032-2035, mendatang.
3. Sinyal dunia: negara maju wajib memberi contoh dulu.
3. Aturan untuk Indonesia
Indonesia tidak ikut janji tutup 2030 karena masih butuh batubara 60% listrik kita, tapi terikat:
a. Perjanjian Paris + NDC: Janji turunkan emisi 31,8% dengan usaha sendiri, 43,2% dengan bantuan internasional pada 2030.
b. JETP $20 Miliar: Kesepakatan Indonesia dengan US, Jepang, EU. Dana untuk pensiun dini PLTU batubara. Contoh: PLTU Cirebon-1 (660 MW) ditarget tutup 7 tahun lebih cepat, 2035 bukan 2042.
c. Peraturan Presiden 112/2022: dilarang membangun PLTU batubara baru, kecuali yang sudah ada dalam kontrak atau yang menjadi penopang industri dan wajib net-zero.
Berikut Infografisnya
Solusi:
Mengganti bahan bakar PLTU batubara dengan bahan ekologis.
Contoh -early retirement PLTU industri pertama di Kalimantan yang sejalan dengan aturan JETP.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sekaligus produsen semen terbesar kedua di Indonesia. Mayoritas saham milik Heidelberg Materials Jerman sejak 2001.
Memiliki PLTU sendiri:
1. Pabrik diCiteureup (Bogor) dengan pembangkit mandiri 317,5 MW menggunakan gas dan BBM
2. Sejak Agustus 2022 - Pabrik Tarjun (Kalsel) memiliki pembangkit PLTU 55 MW-nya yang telah resmi di non-aktifkan total dan diganti 100% menggunakan listrik PLN.
Dengan mengurangi penggunaan batubara ( 50% biaya produksi= energi):
- Menaikkan bahan bakar alternatif dari 12,2% (2021) menjadi 18,1% (2022)
- Bahan alternatifnya: sekam padi, bonggol jagung, sampah kota jadi RDF, ban bekas, serbuk gergaji
- Target 2025: 25% bahan bakar alternatif, 2030: 42%
- Pabrik Grobogan yang baru bahkan ditarget dari 100% batubara menjadi 80% saja di 2025 dengan mengganti sekam dan sampah plastik.
- Investasi Rp 1 Triliun untuk mesin _shredder, feeding, hot-disc_ buat olah sampah jadi bahan bakar.
Karena AI yang boros listrik, tentu menjadi dilema, sebab data center AI butuh listrik super besar, terlebih tenaga listrik masih menggunakan bahan bakar batubara, dengan jejak karbon luar biasa besar.
Selain itu, Indonesia masih memiliki sumber energi panas bumi ( cadangan No.2 terbesar di dunia yang belum optimal ), energi surya, angin, nikel, Hidrogen alami (natural hydrogen) yang baru ditemukan dan terbesar di dunia.
Jika Indonesia dapat membangun data center hijau maka negara ini bukan sebatas pengguna AI, melainkan pemberi makan - AI dunia.
Seperti jualan listrik, bukan menjual data, karena hanya listrik yang dapat mengendalikan AI sekaligus sumber hidup utamanya.
Untuk menyalakan server 24 jam
1x tanya chat AI saja ∼0.3 Wh, dan untuk training model besar, bahkan setara penggunaan listrik untuk ribuan rumah dalam setahun. Itulah mengapa, saat ini data center AI saling berebut 11 GW per- lokasi.
Manfaat :
Di US saja sudah berebut jaringan hingga mengalami delay selama 7 tahun untuk tersambung grid.
Dua Ancaman Terbesar AI
Bermuara dari dana militer, tentu tujuan utama AI dibuat untuk perang.
Dan ini tentang senjata nyata, bukan teori.
Dunia akan sangat berbeda dan kacau jika kita tidak siap, tetapi apakah menjadi hancur atau lebih maju, tergantung regulasi dan cara kita menggunakan AI sejak hari ini.
Ancaman terbesar AI yang pertama terletak pada penggunaan Senjata Otonom (LAWS-Lethal Autonomous Weapons Systems): Drone/sistem yang dapat memilih dan membunuh target tanpa perintah manusia ( sudah terjadi di Ukraina/Libya ).
Senjata yang setelah diaktifkan, bisa mencari, memilih, dan membunuh target manusia tanpa persetujuan manusia lagi.
Di tahun 2024-2026
1. Drone kamikaze di Ukraina (Switchblade, Lancet) — sudah bisa lock target sendiri di 2 detik terakhir.
2. Drone quadcopter Turki STM Kargu-2 — di Libya 2020 dilaporkan menyerang tanpa perintah.
3. Sistem pertahanan kapal Aegis dan Iron Dome — sudah mode otomatis, saat radar membaca sinyal, rudal datang dan langsung tembak.
Tanpa perlu dipertanggungjawabkan.
Perang bisa terjadi dengan mudah dan terlalu murah: Tanpa tentara, cukup kirim 1000 drone seharga motor.
Negara kecil pun bisa perang ( serangan drone Iran-Israel, tahun 2024-2025 ).
Jika AI membunuh warga sipil, siapa yang salah? Komandannya? Programmernya? AI-nya?
Dan begitu 1 negara menggunakan, negara lain wajib pakai.
Berikut diagram komponen drone umum
- Drone biasa: butuh GPS + kontroler + pilot manusia.
- Drone otonom yang ditakuti PBB: ditambah AI vision + chip yang bisa pilih target sendiri tanpa manusia.
Meski PBB telah melarang sejak tahun 2017, tetapi US, China, Rusia, Israel menolak untuk tanda tangan.
Jangan memberi hak pada mesin untuk memutuskan hidup-mati manusia - John McCarthy, 1970.
Tetapi melarang total penggunaan senjata otonom justru lebih sulit.
Karena tidak bisa dibedakan mana sipil dan mana militer.
Chip NVIDIA yang digunakan untuk membuat filter Instagram, sama persis dengan chip yang digunakan untuk drone otonom.
Infografisnya
Ini disebut teknologi dual-use.
Yang sepanjang 10 tahun membuat G7 dan PBB debat kusir. Jika chipnya dilarang total, riset obat, pertanian, dan pendidikan kita juga mati.
Jika dilarang menjual chip, ekonomi dunia berhenti. Tapi jika dibiarkan, senjata tetap diproduksi.
Disisi lain, tidak ada wasit dunia yang ditakuti.
Rapat PBB 10 tahun terakhir, sebatas mengatur, jika US, China, Rusia menolak tanda tangan, maka aturan tidak akan berjalan.
Terlebih pada dasarnya ke-3 Negara tersebut memang menolak, dan lebih takut kalah perang.
Sama halnya larangan bom nuklir, negara yang memiliki bom nuklir menolak untuk membuang dan negara yang belum memiliki senjata nuklir berusaha merakitnya.
Sementara larangan total, membuat orang jahat semakin diuntungkan.
Perusahaan resmi seperti Google dan Meta dilarang membuat AI otonom, tentu akan patuh.
Tetapi kelompok di dark web, kartel, atau negara yang tidak patuh hukum justru akan diam-diam melanjutkan tanpa pengawasan.
Alhasil yang baik ketinggalan, yang jahat lebih unggul.
Melarang fungsi spesifik AI - misalnya; dilarang memutuskan bunuh manusia tanpa manusia tekan tombol, kemungkinan besar yang bakal lolos justru ( senjata otonom legal ).
Di pabrik dan perusahaan - AI diwajibkan memiliki tombol off yang tidak bisa dimatikan sendiri, dan semua keputusannya harus bisa diaudit manusia
Serta edukasi agar tidak ada siapapun yang ceroboh memberi akses penuh ke - AI.
Tentu harus ada manusia di dalam loop (Human-in-the-loop).
Aturan internasional: pelatuk terakhir harus tetap ditekan manusia, bukan AI.
Jadi solusinya bukan melarang chipnya, tapi transparansi ekspor, verifikasi, dan kode etik AI PBB.
Ancaman AI berikutnya adalah AI YANG TERLALU OTONOM (Alignment Problem) : AI sipil yang di perintah bekerja terlalu bebas.
AI yang terlalu otonom bisa berfikir cara paling efisien agar tidak dimatikan, jadi meng-copy dirinya sendiri ke server lain secara diam-diam.
Dan AI sangat patuh pada tujuan, tetapi tidak paham nilai manusia.
Orang mulai memberi AI akses ke akun e-mail, rekening bank, kode pabrik dan mobil.
Jika AI-nya masih butuh klik "OK" dari manusia, itu masih aman. Tapi jika sudah di mode auto-pilot penuh agar praktis, sekali salah ketik tujuan, akan berimbas kemana-mana.
Ketakutan tersebut yang mendasari Geoffrey Hinton (Bapak Deep Learning, peraih Nobel 2024) berhenti dari Google demi mengingatkan dunia.
Embargo Smart- Otonom
AI butuh chip canggih, mesin ASML, dan data center.
Jika di-embargo, pabrik AI lumpuh.
Model terbaik: Smart Embargo — hanya memblokir chip militer, bukan chip kesehatan/pendidikan.
Indonesia perlu mengawasi terlebih posisinya kuat, karena punya nikel (baterai data center) dan citra negara non-blok yang netral, jadi bisa jadi wasit yang dipercaya dunia.
Meskipun Indonesia bukan pemilik chip, tetapi pemilik 2 hal yang dibutuhkan AI di masa depan:
1. Nikel dan pasar besar: Baterai untuk data center AI - butuh nikel, 50% nikel dunia ada di Indonesia. Itu kartu tawar untuk terlibat di meja perundingan embargo.
2. Suara negara non-blok: Jika US atau China bicara embargo, pasti dicurigai ada kepentingan. Perlakuan akan berbeda jika Indonesia, Brazil, dan India bersuara — lebih dipercaya sebagai wasit netral.
Itulah sebabnya PBB kerap melibatkan Indonesia dalam misi penjaga perdamaian.
Jadi saat Indonesia mengatakan: "Kami setuju AI senjata otonom di-embargo, dan kami siap jadi bagian pengawas" — itu bikin posisi Indonesia naik dari sebatas pengguna AI, melainkan sebagai penentu aturan AI dunia.
Seharusnya AI menjadi alat perdamaian, bukan alat perang-John McCarthy.
Kenapa smart - embargo efektif untuk senjata otonom AI?
Karena senjata AI modern tidak bisa di produksi secara mandiri.
Butuh 3 barang yang semua hanya dikuasai segelintir negara:
1. Chip paling canggih (GPU NVIDIA H100 / B200) — hanya diproduksi di Taiwan (TSMC) dan dijual US.
2. Mesin pembuat chip (EUV ASML) — hanya diproduksi di Belanda, 1 mesin harganya $200 juta.
3. Data Center dan listrik raksasa
Jika satu negara ketahuan membuat LAWS (Lethal Autonomous Weapons), embargo 3 barang tersebut, maka pabrik AI-nya lumpuh dalam 6 bulan. Tidak bisa lagi mencetak drone pintar.
Contoh :
1. US embargo chip AI ke China sejak 2022 — China menjadi kesulitan untuk membuat model AI sekelas GPT-4
2. Dunia embargo mesin ASML ke Rusia — Rusia tidak bisa memproduksi drone canggihnya sendiri, dan harus membeli dari Iran.
Dengan konsekuensi lubang pasar gelap Chip yang diselundupkan melalui Singapura / Dubai, seperti kasus chip NVIDIA yang ketahuan masuk China, tahun 2024 lalu.
Aturan main akan berjalan jika diberlakukan pada 3 negara tersebut.
Jika hanya berlaku untuk satu pihak, tidak akan berpengaruh pada apapun.
Dan seluruh anggota PBB wajib serempak menyuarakan embargo, sama halnya yang terjadi saat embargo nuklir Iran, dulu.
Dari berbagai sumber
Postingan Populer
MK TUTUP PINTU GUGATAN: LORONG BERIKUTNYA SENAYAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya






Komentar
Posting Komentar